Tampilkan postingan dengan label Artikel Pilihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pilihan. Tampilkan semua postingan
Menjadi seorang mahasiswa adalah sebuah tingkatan baru dalam menempuh pendidikan setelah wajib belajar 9 tahun dari SD, SMP, dan SMA/K. Tidak semua orang bisa menjadi seorang mahasiswa, hal ini kebanyakan dikarenakan terbentur akan biaya belajar diperguruan tinggi yang cukup mahal. Walaupun ada banyak jalur beasiswa, tapi ada beberapa beasiswa yang belum transparan dan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang memiliki jabatan diperguruan tinggi tertentu. Maka dari itu bersyukurlah bagi kita yang bisa merasakan menjadi seorang mahasiswa, walaupun dengan segala keterbatasan yang ada.

Di awal-awal perkuliahan biasanya akan sangat semangat dan antusias untuk mengikuti perkuliahaan, tentunya sebelum bertemu dengan dosen yang seenake dewek :D. Tapi bagaimanapun kondisinya nanti, haruslah menjadi mahasiswa yang semangat.

Dan berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan ketika menjadi seorang mahasiswa:

Menghadaplah Ke Dosen Wali, Setidaknya 1 Semester 2 Kali

Jurusan atau fakultasmu akan membekali tiap mahasiswanya dosen wali. yang berkewajiban mengarahkan dan membantu para mahasiswa merancang arah studi mereka. Dosen wali ini fungsinya mirip-mirip guru BP di SMA. Kepada beliau, kamu bisa mengkonsultasikan berbagai kesulitan yang kamu hadapi dalam masa perkuliahan. Beberapa dosen wali juga bersedia dimintai nasihat soal hidup, lho.

Datanglah menghadap dosen walimu di awal semester. Perkenalkan dirimu dengan sopan, dan utarakan apa saja yang ingin kamu dapatkan selama kuliah 4 tahun ke depan. Beliau bisa memberi kamu saran praktikal dalam belajar dan menghadapi ujian. Beliau juga bisa menyarankan daftar mata kuliah yang tepat dan sesuai dengan minat yang kamu punya. Datanglah menghadap kembali di akhir semester, supaya kalian bisa melakukan evaluasi bersama.

Perlu kamu ingat bahwa budaya belajar mengajar di universitas berbeda jauh dari SMA. Kalau waktu SMA dulu guru BP yang akan meminta kamu bertemu beliau, sekarang kamu sendiri yang harus inisiatif menemui dosen wali dan memohon bimbingan.

Jangan Titip Absen!

Salah satu komponen penilaian dalam perkuliahan adalah presentasi kehadiran dalam kelas. Beberapa kampus bahkan menjadikan presensi sebagai syarat buat ikut ujian. Nah, titip absen ke teman biasanya jadi solusi favorit mahasiswa untuk menyiasati masalah ini.

Beberapa dosen memang tidak akan tahu kalau kamu titip absen. Kamu juga bisa aja pinjam catatan teman untuk menambal ketertinggalan materi. Tapi ingat: catatan temanmu itu pasti berbeda dari kuliah yang diberikan dosen kalian di kelas. Catatan teman kamu itu adalah hasil olahan pikirannya sendiri, dan kadang cuma dia yang bisa ngerti. Percaya deh, datang ke kelas dan mendengarkan kuliah secara langsung tetaplah cara terbaik untuk menyerap ilmu.

Jangan Takut Duduk Di Depan!

Duduk persis berhadapan dengan dosen bisa jadi cara yang jitu untuk menghindari ngantuk, bergosip, atau godaan setan yang terkutuk lainnya. Seenggaknya, kamu akan dipaksa mendengarkan apa yang dosen sampaikan dengan lebih fokus dan detail.

Dengan duduk di depan, kamu pun bisa lebih leluasa dalam mengajukan pertanyaan ke dosen. Kalau kamu mengajukan pertanyaan dari tempat duduk di bagian belakang kelas, kamu kadang perlu berteriak lantang supaya sang dosen bisa mendengar. Seluruh isi kelas biasanya juga akan langsung memalingkan kepala mereka ke kamu. Kecuali kamu memang mau jadi pusat perhatian, itu nggak akan bikin kamu nyaman.

Ubah Kebingunganmu Menjadi Pertanyaan Produktif

Nggak semua dosen terbiasa menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami. Beberapa malah akan membuat materi yang sebenarnya sederhana menjadi rumit. Jangan menyerah! Tuangkan kebingunganmu menjadi pertanyaan yang bisa didiskusikan dengan lebih seru di kelas. Poin plusnya, kamu akan dihargai oleh dosen karena menjadi mahasiswa yang aktif.

Jangan Malas Mencatat (Dengan Tangan)

Kertas dan pulpen mungkin terdengar kalah asyik dibandingkan laptop. Tapi jangan salah, mencatat kuliahmu dengan kertas dan pulpen adalah cara yang efektif untuk mendapatkan ilmu. Kamu nggak perlu takut terdistraksi Facebook atau Twitter seperti jika kamu mengetik di laptop. Dengan mencatat dengan tangan, otakmu juga akan lebih terstimulasi.

Belajar Itu Rutinitas. Selamatkan Dirimu Dari Sistem Kebut Semalam!

Kuliah itu identik dengan tugas-tugas yang setumpuk. Jadi, masukkanlah waktu belajar dan mengerjakan tugas dalam agenda rutinmu. Kalau kamu terus menunda-nunda, kamu sendiri yang akan panik menghadapi deadline atau ujian. Dan ketika kamu sudah panik, kamu akan menyesal sudah terlalu banyak main-main kemarin-kemarin.

Jangan jadikan sistem kebut semalam (SKS) sebagai metode mencari ilmu. Ilmu itu kayak telor: dia perlu dierami dulu di otakmu dalam jangka waktu tertentu agar bisa tumbuh dengan baik. Kalau kamu SKS, ilmu yang kamu dapatkan bakal sama kayak telor mentah. Dan kalau kamu pakai itu untuk ujian, ilmu itu bakal jadi telor mentah yang keburu pecah. Iyuuh.

Temukan “Zona Nyaman” Untuk Belajar

Nggak semua zona nyaman harus kamu tinggalkan jauh-jauh. Jika kamu merasa kamar kosmu terlalu kecil, membosankan, atau malah bikin kangen rumah, cari dan temukan zona nyaman untuk belajar di kampusmu. Semua universitas pasti menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar kamu. Mulai dari perpustakaan, taman, sampai study corner: ada banyak tempat yang bisa kamu jadikan “zona nyaman” untuk belajar. Kamu juga pasti akan lebih termotivasi kalau melihat banyak teman-temanmu sesama mahasiswa yang belajar dengan serius di sampingmu.

Jangan sampai semangatmu yang sedang berkobar-kobar sekarang menjadi hilang saat kamu sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir. Selamat berjuang!


Referensi Artikel didapatkan dari:
http://kask.us/hKXMV
Kemarin baca artikel kaskus yang jadi Hot Thread, isi dari artikelnya cukup menarik yaitu membahas tentang Zona nyaman. Sebelum lebih lanjut lagi, saya akan bahas sedikit apa itu Zona nyaman, kapan berada pada Zona nyaman, dan kenapa Zona nyaman tuh sebisa mungkin harus dihindarin.

Menurut agan lastanonym, definisi Zona nyaman sebagai berikut:
Zona nyaman adalah situasi dimana kamu benar-benar merasa aman, rileks, dan puas dengan apa yang saat ini telah kamu miliki. Ketika kamu berada dalam zona nyaman, kamu tidak ingin mencoba hal-hal baru atau mengambil risiko besar. Jadi ketika ada suatu kesempatan untuk mencoba hal baru, maka kamu akan mengabaikannya. Kamu akan mengatakan hidup kamu sudah mapan, enak, nyaman, dan banyak lagi yang lainnya.

Bisa jadi kamu memang sudah mapan, tapi kamu tidak akan pernah bisa sukses kalau tenggelam dalam kemapanan itu. Calon orang-orang sukses paham bahwa zona nyaman itu jebakan hidup, dan betapa bahayanya jika berada dalam zona nyaman atau bisa disebut zona setan.

Lalu apa sih bahayanya kalo sudah terjebak dalam Zona nyaman?

Zona nyaman akan menutup kesempatan untuk berkembang

Saat berada di zona nyamanmu, wajar untuk merasa puas dengan kehidupanmu. Namun sebenarnya kepuasan yang kamu rasakan itu adalah semu, karena kamu menutup mata terhadap berbagai perubahan dan kemajuan yang ada di sekelilingmu.

Padahal guys, perubahan itu ada dan akan selalu ada selama manusia masih menghembuskan napasnya. Akuilah bahwa alasanmu untuk menutup mata dan bergelung dalam zona nyamanmu hanyalah karena kamu terlalu takut untuk menghadapi ketidaknyamanan saat kamu menerima perubahan itu. Ketakutanmu pada perubahan itulah akan menutup kesempatanmu untuk tumbuh, berkembang dan bersinar layaknya mereka-mereka yang menjadi sukses dalam kehidupannya.

Berada dalam Zona nyaman hanya akan menyulitkan diri kamu sendiri

Karena kehidupan selalu berubah, kita juga harus mau menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Mereka yang tetap stagnan dan terlalu takut untuk berubah akan ditinggalkan oleh kehidupan. Memang apa yang bisa kamu harapkan pada dirimu yang lebih asyik dalam zona nyamannya dan tidak ingin mengembangkan segala potensi yang dimilikinya di saat orang lain tengah sibuk menantang dirinya?

Sekarang kamu mungkin masih merasa bahwa hidupmu baik-baik saja. Tapi seiring berjalannya waktu baru kamu akan menyesal karena kamu terlalu asyik dengan zona nyamanmu. Usiamu menua, pengalamanmu minim, teman-temanmu kebanyakan telah sukses dengan pekerjaannya atau dengan usaha yang dirintisnya. Kalau sudah begitu kamu masih mau bermalas-malasan dengan zona nyamanmu?

Zona nyaman akan menumbuhkan pikiran-pikiran negatif

Terlalu asyik dengan zona nyamanmu dengan tidak melakukan apapun akan membuat pikiranmu kosong. Tidak ada masalah yang harus kamu pikirkan, tidak ada kesibukan yang harus kamu kerjakan, dan tidak rencana yang harus dimatangkan. Pikiran yang kosong ini memiliki banyak dampak negatif lho untuk dirimu.

Selain memudahkanmu untuk kerasukan atau kesambet, pikiran yang kosong cenderung akan membuatmu memikirkan hal-hal negatif. Karena alasan-alasan ini pula pikiran kosong sering dikatai bakal diganggu setan.

Hidup kamu akan terasa sangat membosankan dan penuh ketidakpuasan

Zona nyaman juga akan membuatmu bosan tidak ketulungan terhadap kehidupanmu. Ditambah dengan kecenderungan berpikir negatif, kamu bisa semakin meratapi nasib. Kamu perlahan mulai merasa merasa terasing, merasa paling tidak beruntung dan tak ada satupun yang mengerti dirimu.

Padahal penyebabnya hanya satu kamu terlalu nyaman berlama-lama dalam zona nyamanmu. Secara tidak sadar kamu menutup mata terhadap berbagai hal baru, pengalaman dan kesempatan baru untuk merasakan keindahan hidup yang sebenarnya datang padamu.

Perlahan kamu akan kehilangan arah tujuan hidup

Berada dalam zona nyamanmu, secara tidak langsung berarti membiarkan dirimu hidup tanpa arah dan tujuan. Kamu tidak lagi memiliki motivasi yang membuatmu bersemangat memulai harimu. Kamu tidak lagi menikmati serunya menghadapi cobaan hidup yang tak bisa diprediksi. Kamu juga bingung sendiri tentang tujuan hidup yang sekarang kamu jalani.

Akan kehilangan banyak kesempatan

Orang-orang dapat meraih kesuksesan mereka karena selalu mencari-cari peluang dan kesempatan yang ada di sekeliling mereka.

Karena itu, mereka yang tidak berani keluar dari zona nyamannya tidak akan pernah bisa meraih kesuksesan. Kamu sudah cukup puas dengan hidupmu sehingga berbagai kesempatan yang datang padamu tetap saja terlihat tidak cukup baik untukmu.

Jadi kamu kamu masih mau berada dalam Zona nyaman kamu?

Saat membaca artikel ini, atau di saat kamu sedang merasa stagnan dan jenuh dengan hidupmu, cobalah bertanya pada dirimu sendiri. Apakah kamu telah masuk dalam jebakan zona nyaman? Apakah kamu benar-benar bahagia dengan yang selama ini kamu lakukan? Atau apakah kondisimu saat ini adalah kondisi yang kamu cita-citakan sejak dahulu?

Tak perlu dengarkan komentar orang lain yang mungkin akan menganggap kamu kurang waras karena meninggalkan “kehidupan enak” yang selama ini kamu nikmati. Mulai cari tahu tentang apa yang benar-benar kamu inginkan dalam hidupmu dan terima kesempatan yang menghampirimu. Tak perlu ragu dan takut dengan resiko yang akan kamu hadapi, karena harusnya kamu percaya resiko tersebut akan sebanding dengan kepuasaan penuh yang akan kamu rasakan ketika kamu berani mengejar mimpimu.


Referensi Artikel didapatkan dari:
http://kask.us/hKT1o
Pencapaian tertinggi mahasiswa tentu didapatkan ketika dia sudah dinyatakan lulus dan bisa menyandang gelar di belakang nama. Perjuangan panjang mendengarkan dosen di kelas, mengambil inti dari kuliah lalu buru-buru mencatatnya sebelum lupa, melawan rasa malas diri sendiri saat mengerjakan skripi akhirnya terbayang lunas.

Sayang tidak semua mahasiswa mampu memanfaatkan waktu kuliahnya sebaik mungkin. Setelah dinyatakan lulus dan diwisuda tidak jarang mereka justru bingung apa yang harus dilakukan untuk benar-benar memulai hidup. Berikut hal-hal yang perlu tahu sebelum lulus kuliah, agar lebih siap menghadapi kehidupan yang sebenarnya pasca lulus.

1. Jangan Menghamburkan Uang Selama Jadi Mahasiswa, Kamu Akan Membutuhkannya Nanti

Masa-masa jadi mahasiswa adalah momentum kebebasan yang menyenangkan. Bisa tinggal sendiri, jauh dari aturan rumah dan orang tua, kiriman uang yang lancar, teman-teman dan pergaulan yang asyik bisa membuat seseorang jadi lupa kendali. Terutama dalam soal keuangan.

Sangat sedikit mahasiswa yang sadar pentingnya menyimpan uang sebagai dana cadangan pasca kelulusan. Kebanyakan mengira selepas lulus mereka akan langsung dapat pekerjaan dan memiliki gaji sendiri. Padahal persaingan pencari kerja diluar sana sangat ketat. Belum tentu kamu bisa langsung dapat pekerjaan setelah kelulusan.

Malu dong kalau udah lulus tapi masih minta sokongan dana orang tua? Sedih kan pastinya kalau uang untuk print CV dan lamaran aja masih harus minta mereka?

Karena itu, jangan lupa sisihkan uang sakumu mulai sekarang untuk kebutuhan pasca kelulusan yang cukup besar. Tidak hanya untuk diri sendiri, kamu juga bisa meringankan orang tuamu lewat cara ini.

2. Butuh Waktu Sebelum Bisa Mendaratkan Kaki Di Pekerjaan Idaman

Saat masih jadi mahasiswa barangkali kamu sudah punya gambaran di kepala mengenai pekerjaan macam apa yang ingin kamu dapatkan setelah lulus. Tapi kenyataan tidak seindah impianmu. Kamu akan tertahan di pekerjaan yang salah terlebih dahulu sebelum benar-benar bisa melakukan hal yang kamu sukai.

Dari proses menjalani pekerjaan yang salah justru kamu akan belajar tentang pentingnya mengikuti kata hati dalam memilih jalur karir. Kamu akan mengerti bahwa bekerja tanpa melibatkan hati adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan.

Melalui pekerjaan yang salah itu juga kamu akan mengenal dirimu sendiri dan benar-benar menggali apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan dalam hidup.

3. Melamar Pekerjaan Itu Tentang Keterampilan Dan Konsistensi

Pintar saja tidak cukup. IPK tinggi menjulang juga bukan jaminan kamu akan mudah mendapatkan pekerjaan. Melamar pekerjaan tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tapi juga keterampilan. Skill melamar pekerjaan tidak akan bisa kamu dapatkan di bangku kuliah, hanya pengalaman yang bisa mengajarkannya.

Sedari duduk di bangku kuliah tidak ada salahnya kamu mulai belajar untuk membuat surat lamaran dan CV. Latih keterampilan bicara di depan umum dan menjawab pertanyaan saat wawancara.

Buat dirimu terbiasa menghadapi diskusi kelompok yang akan kamu hadapi juga di FGD saat wawancara kerja.

Hal-hal ini akan sangat bermanfaat sebagai bekal dalam menghadapi wawancara kerja. Jika sudah terampil melakukannya, keahlian diatas akan membuatmu lebih bersinar dibandingkan pencari kerja lain.

4. Jangan Malas Update CV

CV atau daftar riwayat hidup adalah perwakilan awal yang bisa mengantarkanmu ke pintu masuk menuju pekerjaan impian. Dari beberapa lembar kertas itulah perusahaan pencari kerja bisa mengenal siapa dirimu.

Karena itu, amat penting bagi kamu yang masih mahasiswa untuk memperbanyak kegiatan yang bisa memperkaya CV.

Jangan ragu ikut organisasi mahasiswa di dalam dan di luar kampus. Aktiflah juga di kegiatan sosial. Libatkan dirimu di komunitas yang sesuai dengan minat dan bakat. Semakin banyak kegiatan dan pencapaian yang kamu punya, makin mahal-lah nilai kamu di mata perusahaan.

Tidak hanya getol memperkaya CV, kamu juga perlu secara rutin memperbarui daftar riwayat hidupmu. Sadarilah bahwa kemampuan otakmu terbatas. Akan sulit mengingat sebuah kegiatan secara rinci hingga ke tanggal, bulan dan tahunnya.

Maka dari itu, selepas menyelesaikan tanggung jawab di sebuah organisasi, jangan malas langsung memasukkannya ke CV ya!

5. Kamu Akan Ditolak Dan Merasa Putus Asa

Beberapa orang memang beruntung langsung diterima di perusahaan yang diinginkan dan dengan mulusnya mendapatkan pekerjaan pertama dalam waktu singkat sesudah lulus kuliah. Tapi sayangnya lebih banyak yang tidak seberuntung mereka.

Akan ada masa kamu ditolak oleh berbagai perusahaan, gagal di tahap akhir tes kerja — hingga merasa dirimu tidak berharga.

Saat ditolak oleh berbagai perusahaan, bukan berarti kamu tidak punya kualitas yang mereka inginkan. Bisa jadi kamu hanya belum fasih menjawab pertanyaan saat wawancara atau sesederhana tampak kurang meyakinkan saat datang tes.

Seperti yang sudah Hipwee katakan di poin sebelumnya, mencari kerja itu butuh keterampilan dan konsistensi.

Jangan cepat merasa putus asa saat menerima penolakan. Gunakan pengalaman kegagalan itu sebagai bekal untuk memperbaiki diri di tes kerjamu yang berikutnya. Ingatlah, selalu masih ada pintu lain yang akan terbuka kok kalau di satu pintu kamu gagal.

6. Menganggur Itu Ternyata Tidak Enak

Menganggur dan liburan adalah 2 hal yang berbeda. Beberapa hari awal selepas wisuda kamu memang akan merasa santai dan senang karena sudah bebas dari kewajiban akademis. Tapi kemudian, status yang menggantung sebagai pengangguran akan membuatmu cemas.

Tidak melakukan apapun dalam waktu yang lama bisa membuat kamu kehilangan orientasi dan motivasi hidup. Terlalu lama menganggur juga bisa membuat otakmu kaku saat diajak berpikir taktis.

Demi menghindari hilang arah pasca lulus, tidak ada salahnya kamu mulai mempersiapkan kegiatan sampingan yang bisa kamu lakukan sembari menunggu panggilan wawancara kerja datang.

Akan oke banget kalau kegiatan sampinganmu juga bisa menghasilkan. Tapi kalaupun tidak, yang penting kamu punya kegiatan untuk mengalihkan pikiranmu dari berbagai perasaan negatif yang rentan muncul saat menganggur.

7. Tidak Ada Salahnya Mulai Melamar Pekerjaan Sejak Tingkat Akhir Kuliah

Melamar pekerjaan tidak harus dilakukan setelah ijazah ada ditangan. Beberapa perusahaan mau kok, menerima mereka yang masih belum lulus dan diwisuda. Asalkan kamu bisa memenuhi target kelulusan yang telah disepakati bersama, maka bukan tidak mungkin kamu bisa dapat kerja saat masih berstatus mahasiswa.

Masa tunggu menjelang dinyatakan lulus sampai diwisuda ibarat injury time yang akan menentukan kemenangan jika kamu bisa memanfaatkannya dengan baik. Melamar kerja jauh-jauh hari tidak hanya memberikan kamu kesempatan untuk mulai bekerja lebih cepat dari teman-teman seumuranmu. Kamu juga punya kesempatan lebih banyak untuk gagal dan mencoba lagi.

Daripada menganggur dan main-main gak jelas sambil nunggu wisuda, mending belajar ngelamar kerja kan?

8. Pekerjaan Pertama Bukan Soal Berapa Banyak Uang Yang Bisa Kamu Hasilkan

Stacy Kravetz penulis buku “Welcome To The Real World: You’ve Got an Education, Now Get A Life” menyarankan para mahasiswa dan fresh graduates pencari kerja tidak terlalu pemilih soal pekerjaan pertama mereka. Kravetz bahkan menyarankan untuk mengambil pekerjaan apapun yang datang padamu selepas lulus.

“Kebanyakan orang tidak menjadikan pekerjaan pertama mereka sebagai jalan karir permanen. Bahkan sangat jarang orang bertahan di bidang pekerjaan yang sama dengan pekerjaan pertama yang mereka dapatkan. Kamu hanya perlu mendapatkan pengalaman kerja, belajar menghadapi tantangan karir yang sebenarnya”

Pekerjaan pertama bukan soal berapa banyak uang yang bisa kamu hasilkan. Tapi tentang membentuk diri untuk jadi pribadi yang lebih profesional dan layak jual. Jadi, jangan terlalu pilih-pilih ya!

9. Perbanyak Koneksi Selama Masih Jadi Mahasiswa Dan Manfaatkan Koneksimu Setelah Lulus

Sering dengar kan idiom “Getting the job is about who you know” (mendapatkan pekerjaan ditentukan oleh siapa yang kamu kenal)? Yup, tidak bisa dipungkiri koneksi dan jejaring punya peranan penting untuk membawamu ke pekerjaan yang jadi idamanmu selama ini.

Masa masih menjadi mahasiswa jadi momen yang paling tepat untuk mengembangkan jaringan ke berbagai lini. Buka dirimu seluas-luasnya, jadilah orang yang terbuka dan menyenangkan untuk diajak bergaul, jangan segan memberikan bantuan pada rekan sejawat yang membutuhkan.

Semakin banyak koneksi dan hubungan baik yang kamu jalin, semakin besar pula mereka ini akan membantumu dalam proses menggapai pekerjaan impian. Jangan ragu menghubungi kenalanmu selepas lulus untuk menanyakan kabar dan kesempatan kerja. Hal baik pasti akan selalu dibalas dengan kebaikan pula bukan?

10. Di Masa Kuliah, Kamu Harus Belajar Untuk Jadi Pemain Tim Yang Hand

Sebelum lulus kuliah, kamu harus memastikan bahwa kamu sudah punya cukup bekal untuk jadi pemain tim yang baik di segala bidang. Berbagai pekerjaan yang tersedia didepan mata kebanyakan membutuhkan kerjasama tim. Kalau kamu egois, canggung dan mau menang sendiri maka akan sulit bagimu bertahan di dunia kerja.

Momen masih jadi mahasiswa memberikanmu kesempatan untuk melatih kemampuan bekerjasama dalam tim. Jangan pernah jadi free-rider. Berikan kemampuanmu sebaik mungkin dalam setiap tugas kelompok. Jadilah pendengar dan pemberi argumen yang baik dan rasional.

Dengan kemampuan kerjasama tim yang baik, kamu akan lebih diperhitungkan oleh berbagai perusahaan yang membuka kesempatan kerja.

11. Yakinkan Hati Sebelum Memutuskan Mengambil Pendidikan Pasca Sarjana

Habis lulus langsung kuliah lagi? Tentu sah-sah saja, asal memang itu passion-mu. Mengambil pendidikan pasca sarjana pastinya akan bermanfaat. Ilmu apa sih yang tidak membawa manfaat bagi kehidupan? Hanya, jika kamu berharap bahwa pendidikan pasca sarjana akan membantu karirmu maka ada baiknya keinginanmu kamu pikirkan ulang.

Dalam artikel “Habis Lulus Kuliah, Mending Kerja Dulu Atau Langsung S2″ Hipwee pernah memaparkan beberapa pendapat pakar yang mengatakan bahwa pendidikan pasca sarjana tidak akan serta merta membuat karir cemerlang. Pendidikan pasca sarjana akan lebih bermanfaat untuk mereka yang memang ingin meniti karir di bidang akademis atau sudah memiliki pengalaman kerja sebelumnya.

12. Gaya Hidupmu Selepas Lulus Harus Disesuaikan Dengan Kemampuan

Lulus, bekerja, menghasilkan uang berarti setara dengan belajar hidup diatas kaki sendiri. Tidak jarang kamu akan terkaget-kaget menyadari betapa borosnya kamu selama ini memanfaatkan uang saku yang diberikan oleh orang tua. Ketika sudah pakai uang sendiri, kamu harus pintar-pintar mengatur anggaran agar tidak jebol ditengah bulan.

Bertahan di gaya hidup suka-suka nan hedon khas mahasiswa akan menghancurkan kondisi keuanganmu secara perlahan. Kamu mulai harus mengatur keuangan sesuai kemampuan dan pemasukanmu sendiri. Maka penting juga untuk tidak terlalu boros saat masih jadi mahasiswa, biar nggak kaget nantinya.

13. Jumlah Temanmu Akan Makin Menyusut, Kamu Harus Benar-Benar Menjaga Mereka

Semasa kuliah kamu seakan tidak pernah kesepian. Selalu ada teman yang bisa diajak pergi dan menemani kemanapun. Selepas lulus, keadaannya akan berbeda. Kalian sudah sibuk dan fokus pada kehidupan masing-masing. Perbedaan gaya hidup dan penghasilan secara tidak sadar jadi jurang pemisah yang perlahan menjauhkan.

Kamu akan menjalin pertemanan baru yang sejalan dengan nilai dan gaya hidupmu, beberapa ikatan pertemanan dari masa kuliah juga masih bertahan. Kamu akan menyadari bahwa mereka inilah yang tetap berada di sisimu dalam segala situasi, mendampingi naik turunnya kehidupanmu.

Meluangkan waktu untuk bertemu dan memberikan perhatian di momen-momen penting mereka akhirnya jadi prioritas untukmu. Kamu menyadari bahwa tidak ada ikatan apapun yang akan bertahan bila tidak diusahakan.

14. Skripsi Ternyata Bisa Dikerjakan Dengan Cepat….Asal Niat

Skripsi sering jadi momok bagi banyak mahasiswa. Tugas akhir ini menyita waktu dan pikiran, juga emosi. Skripsi seakan jadi patokan apakah kamu gagal atau berhasil sebagai mahasiswa. Ia jadi representasi hasil belajarmu di bangku kuliah. Karena banyaknya tekanan tidak jarang butuh waktu lama untuk menyelesaikannya.

Padahal kunci menyelesaikan skripsi itu cuma 1: NIAT. Kalau kamu benar-benar niat, skripsi akan bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Musuh terbesar dalam menyelesaikan skripsi adalah dirimu sendiri. Kalau kamu bisa mengalahkan kemalasan dan ketakutanmu sendiri, maka tugas akhir itu akan terasa ringan.

15. Penting Untuk Membekali Dirimu Dengan Kemampuan Praktis Yang Bisa Dijual

Tidak hanya pintar secara akademis, kamu bisa menaikkan nilai jualmu didepan perusahaan dengan kemampuan praktis (soft skill). Kemampuan desain grafis, menulis, memanfaatkan media sosial dan public speaking yang baik misalnya. Semua hal tersebut bisa menjadi nilai tawar kuatmu agar bisa diterima.

Manfaatkan masa-masa kuliahmu sebagai waktu untuk memperkaya diri dan meningkatkan kemampuan. Perbanyak kegiatan yang bisa memperkaya kemampuanmu. Semakin banyak kemampuan praktis yang kamu miliki, semakin berhargalah kamu di depan perusahaan dan penyedia kerja.

16. Kamu Akan Selalu Tidak Punya Uang Untuk Jalan-Jalan Selama Masih Jadi Mahasiswa, Tapi Saat Sudah Bekerja Kamu Tidak Akan Punya Waktu

Berjalanlah selagi muda. Bawa kakimu menjelajah dunia, biarkan mata dan seluruh indramu mengalami berbagai pengalaman yang akan membuatmu jadi orang yang lebih kaya. Ketika kuliah kamu akan selalu merasa kesulitan menyisihkan dana untuk berjalan-jalan, tapi saat sudah bekerja nanti kamu juga akan sama kesulitannya menyisihkan waktu.

Atur uangmu sedemikian rupa dari masih mahasiswa untuk membawa dirimu ke tempat-tempat baru. Tidak perlu harus jauh atau mahal, toh yang penting justru bukan tujuannya – melainkan perjalanannya. Perjalanan akan membentukmu jadi orang yang lebih bijak, lebih memahami proses menuju sesuatu dan jadi pribadi yang benar-benar tuntas atas dirinya sendiri.

17. Menjaga Hubungan Baik Dengan Dosen Dan Staf Di Kampus Itu Penting

Walau tidak akan selamanya berada dibawah pengajaran dan kendali universitas, tapi kamu akan tetap membutuhkan mereka seumur hidup. Demi bisa melamar kerja kamu perlu legalisir ijazah di kampus. Agar bisa apply beasiswa kamu perlu surat rekomendasi dari dosen.

Menjaga hubungan baik dengan dosen dan staf di kampus sampai sesudah lulus akan membuat hidupmu jauh lebih mudah. Yakin, deh.

18. Waktu Masih Jadi Mahasiswa Adalah Waktu Paling Tepat Untuk Banyak Membaca

Di bangku kuliah kamu akan dipaksa membaca berbagai diktat dan bahan kuliah. Walau kadang menyebalkan dan membuat muak, tapi inilah waktu paling tepat bagimu untuk menambah referensi bacaan dan memperluas referensi pengetahuan. Selepas lulus dan bekerja waktumu akan terbatas karena harus dibagi dengan kewajiban profesional lain.

Jangan cuma baca bahan kuliah, isi juga waktumu dengan membaca berbagai bahan bacaan lain yang kamu gemari. Masa-masa masih jadi mahasiswa adalah waktu yang paling tepat untuk mengembangkan kapasitas otak lewat bahan bacaan berkualitas.

Membaca tidak hanya membuatmu jadi orang yang lebih cerdas dan berpandangan luas, ia juga bisa jadi bekalmu untuk menghadapi berbagai permasalahan hidup kedepan. Orang yang gemar membaca secara tidak langsung sudah belajar soal hidup dari lembar-lembar buku yang dilahapnya.

19. Mumpung Masih Jadi Mahasiswa, Kamu Perlu Belajar Untuk Mengelola Bisnis Sendiri

Menjalankan bisnis milik sendiri adalah pekerjaan yang menantang sekaligus penuh kebebasan. Kamu tidak lagi perlu terikat pada kewajiban dan jam kerja kantor. Kegiatanmu bisa disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pribadi. Nah, saat yang tepat untuk merintis usaha sendiri adalah saat kamu masih mahasiswa.

Mulailah menjajal untuk mencari tahu hal apa di sekitarmu yang bisa kamu jadikan peluang bisnis. Lakukan sesuatu dengan peluang yang kamu lihat.

Pengalaman memulai bisnis sendiri akan berguna meskipun kelak selepas lulus kamu tetap jadi karyawan. Kamu akan jadi pribadi yang lebih bekerja keras dan menghargai proses, karena kamu sudah tahu bagaimana jatuh bangunnya membangun usaha.

20. Masa Menjadi Mahasiswa-Lulus-Bekerja Memang Penuh Ketidakpastian, Dan Kamu Hanya Harus Menikmatinya

Menjadi mahasiswa, lulus dan kemudian bekerja memang sebuah proses besar yang mengubah banyak aspek kehidupan. Banyak hal-hal tidak terduga yang bisa terjadi dalam rangkaian proses tersebut. Terkadang ada pencapaian yang membuatmu bahagia, namun tidak jarang ada juga kegagalan yang membuatmu patah hati.

Sebagai manusia, kamu tidak bisa melakukan apapun selain memberikan usaha terbaikmu dan terus berjalan melewati seluruh tahapannya dengan upaya maksimal. Naik-turunnya fase mahasiswa, pasca kelulusan hingga mendapatkan pekerjaan hanya harus kamu nikmati dan dijalani dengan sebaik mungkin.

Referensi Artikel didapatkan dari:
http://www.hipwee.com/inspirasi/hal-yang-perlu-kamu-tahu-sebelum-lulus-kuliah-dan-mulai-belajar-mandiri/
Setiap orang pasti membutuhkan waktu untuk sendiri, entah hanya sekedar untuk bersantai atau untuk memikirkan hal-hal pribadi. Aktivitas setiap hari yang penat akan menumbuhkan rasa bosan dan jenuh, seperti halnya ngampus tiap hari. Di kampus kalo ga ketemu dosen yang seenaknya dewek ya paling ketemu temen yang semaunya dewek. Makanya butuh banget waktu untuk memanjakan diri sendiri atau yang biasa disebut Me Time.

Ada banyak cara sih untuk menikmati Me Time, salah satunya dengan pergi ketempat sejuk seperti ke Taman, Gunung, Hutan, dan masih banyak tempat adem yang  bisa bikin fresh. Tapi tentunya tiap orang memiliki beda-beda cara untuk menikmati Me Time.

Tapi apa pentingnya sih waktu buat sendiri alias “me time” ini? Bukankah ini tanda awal dari malas-malasan? Tidak sama sekali. Menyendiri buka pertanda kamu malas, gak peduli, atau lagi stres. Malah dengan menghabiskan waktu sendirian kamu bisa jadi lebih kreatif dan produktif. Berikut ini beberapa alasan mengapa kamu harus mendapatkan porsi “me time” yang cukup:

1. Otak Kamu Akan Lebih Fresh

Terus-terusan bekerja bikin otak kamu gak punya kesempatan untuk beristirahat dan kembali segar. Agar pikiranmu kembali fokus, kamu butuh “me time” tanpa gangguan sedikit pun. Kesendirian mampu merevitalisasi tubuh dan pikiran kamu.

2. Meningkatkan Konsentrasi Dan Produktivitas

Jika kamu mampu menyingkirkan gangguan dan gak terdistraksi lagi oleh banyak hal, konsentrasi kamu akan meningkat tajam. Dengan begitu kinerjamu juga meningkat. Kamu pun bisa menyelesaikan lebih banyak tugas dalam waktu yang lebih singkat saat sendirian.

3. Kamu Bisa Temukan Kembali Apa Yang Kamu Mau

Ketika kamu berada dalam kelompok, selalu ada kemungkinan buatmu untuk ngikut aja dengan suara mayoritas. Apa yang dikerjakan dan dikatakan banyak orang akan rela kamu ikutin. Lain halnya jika kamu sedang sendirian, Dalam kasus ini, cuma kamu yang berkepentingan. Kamu bisa berkomunikasi dengan dirimu sendiri, dan menemukan kembali apa yang kamu mau. Kamu bisa kembali mengeluarkan pendapat tanpa khawatir ada tekanan dari pihak lain.

4. Kamu Punya Kesempatan Untuk Mikir Matang-Matang

Kesibukan sehari-hari bikin jadwal kamu seakan gak pernah kosong. Luangkan waktu untuk berdiam dalam kesendirian, berpikir secara mendalam tentang apa yang telah kamu capai dan apa yang masih ingin kamu raih.

5. Kamu Jadi Bisa Memecahkan Masalah Dengan Efektif

Sulit rasanya untuk membereskan masalah jika kita terus-menerus diganggu oleh terpaan arus informasi, baik dari media maupun dari manusia. Tanpa sadar, keputusan yang kamu ambil akan dipengaruhi oleh apa yang terjadi di luar sana. Namun jika kamu mau meluangkan waktu sendirian dan melihat masalah dari sudut pandangmu sendiri, kamu bisa menemukan cara yang menurutmu paling efektif dalam meredakan dan menghilangkan masalah.

6. Meningkatkan Kualitas Hubungan Kamu Dengan Orang Lain

Dengan menghabiskan waktu sendirian kamu akan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang hidup. Kamu akan bisa membuat keputusan yang bijak: dengan siapa kamu memang ingin menghabiskan waktu? Jika dipikir-pikir sendirian, kamu akan lebih menghargai hubungan yang sedang kamu saat ini.

7. Mengurangi Stres

Semua orang bisa jadi stres. Kerjaan, sekolah, keuangan, dan jadwal yang super padat bisa jadi penyebabnya. Stres yang berlebihan bisa bikin kamu capek dengan kerjaan dan akhirnya kamu mentok dan burn out. Akibatnya, kamu gak bakal bisa ngelanjutin kerjaan. Makanya, luangkan sedikit waktu untuk tenang sendirian.

8. Jadi Lebih Kreatif

Kita jadi lebih kreatif saat sendirian. Tanpa sadar inspirasi dan ide datang saat kamu benar-benar merenung tanpa distraksi dari luar. Penulis pemenang penghargaan Pulitzer, John Updike (yang menulis sekitar 51 buku), mengatakan bahwa berdiam sendirian adalah waktu yang ideal untuk dia menulis.

Nah, terus gimana cara untuk mendapatkan Me Time? Baca Cara Untuk Menikmati Me Time

Referensi Artikel didapatkan dari:
http://www.hipwee.com/inspirasi/alasan-mengapa-kita-butuh-time-dan-gimana-cara-mendapatkannya/

Dapatkan artikel via Email!

Jika menyukai artikel yang dimuat pada weblog ini, silahkan daftarkan melalui email untuk mendapatkan langganan artikel terbaru yang dibuat. Semua artikel akan secara otomatis dikirimkan ke email yang didaftarkan! GRATIS!